Friday, October 13, 2006

generasi kecil 1

mungkin ini yang patut kita tanyakan pada diri kita masing-masing..sejauh mana kita melangkah dan berbendapat,serta pandangan-pandangan kita terhadap kehidupan disekeliling kita, klo kita peduli , klo gak ya ..lanjutkan saja..cuek mu dan biarkan semuanya berlalu serta tutup mata, telingamu, sambil berkata "persetan dengan semuanya"...
klo aku melihat ruang lingkup kita yang terlalu kecil, sekedar kampus, kos..dan main ke kos cewek..mungkin kamu, anak smu juga bisa, lalu dimana peran kita sebagai anak muda yang mencoba menjalani kehidupan, haruskah sama..atau memang efek kehidupan kita yang sudah gak sehat ??...wew:D
sekedar berbagi omelan aja, kalau kampus kita memang mendekati ajal kebobrokan yang semakin hari smakin lurus dan cepat, wew...lihat saja mahasiswanya, terlalu cuek dengan aturan-aturan yang ada, aturan yang selalu merugikan kita, dan selalu menjebak kepada kita..untuk mau-tidak mau, mengikutinya..apa emang sudah wajar kita harus begitu, seperti kambing yang diseret hidungnya..dan mengikuti saja pak tani..yang gak tahu apa2..dan apa memang pantas kita bertanya seperti ini?..atau kita mencoba membuka aib orang lain, aib sistem pendidikan kita yang gak sehat, aib..aib...fuck!!.
sementara kita adalah golongan yang bisa dan beruntung mampu mengenyam pendidikan sekolah, sekolah yang pada dasarnya untuk belajar, mengenal lingkungan kita, kemudian berusaha membuat hal yang terbaik bagi manusia..wew..(idealis banget)...jangan kau biang idealis, kalau kau masih mau membca tulisan ini..bukanya sebuah langkah kebenaran, kalo kita mengkoreksi tingkah..atau hal yang salah yang ada pada sistem lingkungan kita...wew...;;) sistem yang salah dapat merugikan semua orang, apalagi yang dirugikan adalah golongan kaum mahasiswa (golongan kita)..maaf pak petani, aku mau berbicara tentang golongan ku dulu, ntar klo ada waktu aku berbicara tentang kamu, dan aku suka dengan senyummu yang selalu dilupakan oleh pemerintahmu, padahal kamu selalu membayar pajak setiap tahunnya untuk negara mu..tapi kamu selalu tersenyum,...dan berkata..biarlah Tuhan yang mengatur semuanya..karena memang dan benar..klo berdoa..tidak menghasilkan apa-apa, tanpa adanya usaha pada diri kita masing-masing.meskipun dari pagi sampai dengan malam hari kau berada di ladang, dan karena kau tidak mengerti tentang waktu tambah dan nilai lebih, juga komoditas..dan nilai tukar-akumulasi modal, yang kau tahu mungkin, hanya produk untuk kegunaan, padi untuk makan, dan dijual untuk menghidupi para anak-anakmu yang sekolah...dengan biaya yang tak sedikit..
maaf bukan aku berbicara atau sok tahu tentang petani ;;)

No comments: